TOLERANSI
Indonesia merupakan negara dengan
jumlah penduduk terpadat di dunia dengan berbagai macam perbedaan. Perbedaan
ini yang membuat Indonesia terlihat lebih berwarna dam beragam hingga
membuatnya terlihat berbeda dan unik. Terdiri dari beragam suku, agama, warna
kulit, dan bahasa yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Semua ini
merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang patut kita syukuri, cintai dan dijaga
keasliannya.
Bagaimana caranya? Dengan
menumbuhkan sikap toleransi sehingga perbedaan yang ada menjadi samar terlihat.
Tidak lain dengan saling menghormati, menghargai, serta memelihara hubungan
baik antarsesama warga Indonesia. Dikembangkannya sikap toleransi agar manusia
yang merupakan makhluk sosial hingga dapat mencipatakan kerukunan hidup. Yang
nantinya rakyat Indonesia saling menganggap satu sama lain sama dan satu, satu
bangsa, satu tujuan, dan satu negara bernama Indonesia.
Definisi
Toleransi :
Kata toleransi berasal dari bahasa latin yaitu “tolerate”
artinya menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain, dan
berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda.
Istilah dalam konteks sosial, budaya
dan agama yag berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi
terhadapa kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh
mayoritas dalam suatu masyarakat.
Secara umum toleransi adalah membiarkan orang lain
berpendapat lain, melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita, tanpa kita
ganggu ataupun intimidasi.
Sebagai ilustrasi, jika kita
memperhatikan salah satu unsur bangunan, misalnya tembok. Tembok terdiri dari
beberapa unsur yaitu: batu bata, besi, semen dan pasir. Apabila masing-masing
bagian berdiri tanpa ada campuran antar masing-masing komponen dan keterkaitan
antar sesamanya makan tidak akan terbentuk sebuah hasil. Setelah setiap bagian
dipersatukan dan dicampur satu sama lain dengan bahan yang berkaitan dan
disusun rapi, maka akan terbentuk pondasi dari sebuah bangunan yaitu berupa
tembok yang kokoh berdiri. Semua ini menggambarkan bahwa perbedaan merupakan
sumber kekuatan apabila dilakukan bersama-sama dan saling membantu satu sama
lain.
Macam-macam Toleransi :
Pertama, toleransi
beragama. Toleransi agama adalah dimana penganut mayoritas
dalam suatu masyarakat menghormati keberadaan agama atu kepercayaan lainnya
yang berbeda.
Di dalam Islam toleransi mencakup
dua hal:
Pertama, toleransi antarsesama muslim.
Toleransi antarsesama umat muslim berarti menghargai dan menghormati perbedaan
pendapat yang ada dalam ajaran agama Islam. Misalnya, perbedaan pendapat
mengenai jumlah rakaat salat tarawih.
Perbedaan-perbedaan dalam tubuh
agama Islam masih bisa ditoleransi apabila terjadi dalam masalah furu’iyah
(cabang), seperti jumlah rakaat tarawih, doa qunut, dan lain-lain. Namun, kita
tidak boleh toleransi dalam masalah ushul (pokok) dalam Islam, misalnya kitab
suci al-Qur’an, kiblat, dan nabi. Ada orang mengaku Islam tetapi kiblat
salatnya bukan di Ka’bah, kitab scinya bukan al-Qur’an, nabinya bukan Muhammad
SAW. Maka kita harus menolak keras pendapat seperti ini, namun tidak boleh
berbuat anarkis atau menghakimi sendiri dengan tidakan kekerasan.
Kedua, toleransi kepada nonmuslim.
Toleransi kepada nonmuslim yaitu menghargai dan menghormati pemeluk agama lain
untuk beribadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing.
Kedua, toleransi
sosial. Toleransi sosial adalah toleransi dalam
bermasyarakat. Seperti jika dalam sebuah daerah terdapat dua kelompok, satu
kelompok mayoritas dan satunya lagi kelompok minoritas. Jadi, sebagai kelompok mayoritas
wajib menghargai dan tidak melakukan intimidasi terhadap kelompok minoritas.
Pengamalan Toleransi :
Pertama, dalam
kehidupan berkeluarga. Sikap toleransi sangat dibutuhkan
untuk ditumbuhkan dalam keluarga agar terbentuk suasana keluarga yang harmonis.
Setiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing dalam
keluarga. Jika setiap anggota memiliki kesadaran untuk menjalankan peran dan
fungsinya masing-masing, maka tidak akan ada hak dari salah satu anggota
keluarga yang tidak terpenuhi. Sikap toleran dari orang tua akan menumbuhkan
kepribadian yang toleran juga pada anak-anaknya karena seorang anak akan
meneladani apa yang menjadi sikap dari orang tuanya. Begitu juga hubungan
antara anak dengan anak, seorang kakak seharusnya tidak bertindak semena-mena
kepada adiknya.
Kedua, dalam kehidupan
masyarakat. Masyarakat terdiri dari individu-individu dengan
seperangkat peraturan yang berlaku di dalamnya. Dalam masyarakat yang beragam
atau plural, toleransi akan memegang peran yang sangat penting. Masyarakat yang
plural akan memiliki banyak sekali perbedaan sehingga sangat mungkin
perbenturan hak akan sering terjadi.
Solusi dari perbenturan hak-hak
dalam masyarakat akan tertuang, baik tersurat ataupun tersirat, dalam peraturan
yang ada dalam masyarakat, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Masalah
perbenturan hak adalah masalah yang penting masalah ini akan menentukan kondisi
suatu masyarakat. Bila masalah ini dapat terselesaikan dengan baik, maka
masyarakat itu akan hidup dengan nyaman, dan sebaliknya bila maslaah ini tidak
terselesaikan, masyarakat hidup dalam kondisi yang tidak menyenangkan.
Ketiga, dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehidupan berbangsa
dan bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa. Di dalamnya
terdapat kehidupan berbagai macam adat istiadat, kebdayaan, duku, pemeluk agama
dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Namun demikian perbedaan-perbedaan
kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai, akan tetapi
justru menjadi kemajukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan negara Indonesia.
Sebagaimana semboyan negara kita “Bhineka
Tunggal Ika” yang memiliki makna walaupun berbeda tetapi tetap satu, itu
artinya kondisi bangsa Indonesia yang berbeda akan suku, adat isitiadat, budaya,
bahasa, agama tidka menyebabkan Bangsa Indonesia bercerai berai, namun justru
menjadi sarana untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indoneisa.
Oleh karena itu kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi
disintegrasi bangsa.
Adapun toleransi dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara berupa:
Pertama, merasa senasib sepenanggungan.
Kedua, menciptakan persatuan dan kesatuan,
rasa kebangsaan atau nasionalisme.
Ketiga, mengakui dan menghargai hak
asasi manusia.
Keempat, tidak menjelek-jelekan
kebudayaan, suku dan adat istiadat orang lain.
Manfaat Toleransi :
Toleransi merupakan sikap yang
mulia dengan kita melakukan toleransi berarti kita sudah menghargai HAM
seseorang dan tentunya kita akan mendapatkan manaat positifdari sikap toleransi.
Berikut manfaat toleransi.
Pertama, kedamaian. Tidak akan pernah
ada konflik didalam kehidupan bermasyarakat.
Kedua, keharmonisan dalam hubungan
beragama, suku, budaya selalu terjaga.
Ketiga, hidup masyarakat akan selalu tentram
tanpa ada perasaan was-was.
Cara memelihara Toleransi :
Pertama, ciptakan kenyamanan.
Kedua, kenailah intoleransi ketika anak
terbuka terhadapnya.
Ketiga, menolak sikap intoleransi yang
dilakukan anak.
Keempat, dukung anak ketika mereka korban
dari sikap intoleransi.
Kelima, bantu perkembangan sebuah
pengalaman yang sehat dan identitas kelompok.
Keenam, Tampilkan barang-barang pajangan
yang mengandung unsur perbedaan budaya di rumah.
Ketujuh, beri kesempatan pada anak-anak
untuk berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda dengan mereka.
Kedelapan, dorong anak-anak untuk
mendatangi sumber-sumber yang ada di lingkungan sekitar.
Kesembilan, jujurlah terhadap
perbeda-perbedaan.
Kesepuluh, berikan contoh pada orang lain.
Kesimpulan :
Dengan adanya sikap toleransi maka
akan terjamin terpenuhinya hak-hak semua orang di tengah beragamnya hak-hak
yang dimiliki oleh setiap orang. Dengan adanya sikap toleransi juga merupakan
sebuah sarana agar tidak terjadinya konflik karena adanya hak-hak yang berbeda
dari setiap orang.
Diketik ulang dan diedit oleh saya. Mohon maaf jika
ada beberapa bagian yang typo.
Referensi diperoleh dari berbagai sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Toleransi
http://www.orangbejo.com/2016/01/pengertian-toleransi-beserta-contoh-dan.html
https://ultimatesammy.wordpress.com/2013/03/23/pengertian-sikap-dan-perilaku-toleransi/
http://wardonojakarimba.blogspot.com/2011/12/toleransi.html
0 komentar:
Posting Komentar